Website/Blog ini secara resmi telah pindah ke http://nursinginformatics.web.id
Terimakasih telah mengunjungi blog saya..:)
Tentang Informatika Keperawatan (Nursing Informatics)
Tentang Informatika Keperawatan (Nursing Informatics)
Website/Blog ini secara resmi telah pindah ke http://nursinginformatics.web.id
Terimakasih telah mengunjungi blog saya..:)
Pertanyaan penelitian berikutnya, mengenai “Penghalang dan yang mempermudah dalam penggunaan informasi dari internet untuk pendidikan kepada pasien.” Definisi operasional mengenai “keterbatasan” dan “keuntungan” hal ini termasuk hal yang menghalangi-atau yang memfasilitasi- sebuah integrasi yang menggunakan web sebagai sumber informasi untuk edukasi kepada pasien. Mungkin hal ini juga berhubungan dengan faktor yang situasional (kepentingan tugas, tugas yang kompleks), faktor organisasi (prosedur, kebijakan), masalah teknis (mempresentasikan informasi), atau faktor pribadi (pengetahuan dasar, pengalaman).
Keterbatasan penggunaan sumber informasi berbasis web
Keterbatasan yang muncul saat seorang perawat memanfaat web sebagai sumber infromasi untuk pasien adalah:
Tidak mengherankan bila poin satu mendapat skor tertinggi sebagai keterbatasan saat seorang perawat klinik yang memiliki jadwal yang padat saat jam kerja dan membutuhkan banyak waktu untuk searching informasi di internet. Salah satu participant mengatakan, ” jika pasien menunggu sebuah informasi dan proses mencarinya membutuhkan waktu yang lama, pencarian akhirnya di batalkan. Proses pencarian akan dilanjutkan saat pasien pergi dan dokumen akan dikirim melalui email pasien.” Peserta lain mengatakan, “Saya suka konsep mengenai pencarian informasi dengan menggunakan internet, tapi itu menyita waktu perawat.. dan.. membutuhkan waktu yang banyak saat harus pegi ke internet dan kamu melihat di internet satu atau dua kalimat dari kata kunci yang kamu cari, namun saat kamu baca ternyata itu bukan yang kamu inginkan maka hal itu sangat membuang-buang waktu saat kamu melakukan hal itu.”
Data observasi menunjukkan durasi responden untuk mencari informasi di internet membutuhkan waktu sekitar lebih dari lima menit dan kurang dari 45 menit. Rata-rata waktu yang dibutuhkan adalah 17,8 menit setiapnya. Ini adalah waktu yang panjang yang harus perawat luangkan untuk mencari informasi di internet.
Keterbatasan pengetahuan mengenai bagaimana cara mencari informasi di Internet menjadi kendala berikutnya. Orang bisa saja menggunakan komputer dan internet, namun kebanyakan dari mereka tidak percaya diri saat harus mencari informasi di internet dengan benar.
Lalu, karakteristik spesifik mengenai sumber informasi juga menjadi keterbatasan. Bagaimana memaksimalkan hasil pencarian, kadang informasi yang terlalu panjang, memilah mana informasi yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan. Seorang perawat harus mendapat 8 dokumen sebelum “menyerah” dalam mencari sumber informasi.
Terakhir, mengenai kebijakan organisasi. Pada beberapa kasus, RS sangat membatasi akses intranet sehingga perawat mendapatkan kesulitan dalam mengakses informasi dari internet. Prosedur yang diperketat dalam penggunaan internet juga membuat perawat sulit untuk mengakses internet.
Yang Mempermudah Perawat dalam Penggunaan Internet
Tiga hal utama yang merupakan apa yang memudahkan perawat dalam penggunaan internet sebagai pemberian informasi kepada pasien.
Beberapa situs favorit yang sudah dikenal reputasinya dalam isi, informasi secara audio dan video, sehingga perawat mudah menyampaikan kepada pasien tanpa harus edit lebih lama.
Sumber:
Jones, J., Schilling, K., and, Pesut, D. 2011. Barriers and Benefits Associated with Nurses Information Seeking Related to Patient Education Needs on Clinical Nursing Units. Available at http://creativecommons.org/licenses/by-nc/3.0/. Bentham Open: 24-30
Kdenlive adalah sebuah aplikasi open source yang bisa di install di linux dan turunannya. Applikasi ini untuk mengganti Ulead yang sering di pakai di Windows. Untuk menginstall Kdenlive cukup mudah
Cara pertama:
Kunjungi software center di application menu–>ketik “kdenlive” di kolom search–> lalu cari program yang ada dan klik untuk menginstall
Cara kedua:
Buka applikasi terminal
ketikkan pada terminal
sudo apt-get install kdenlive
setelah itu di update manager, lalu cari software source dan tambahkan ppa di software source dengan ppa:sunab/kdenlive-svn
lalu jalankan update dengan di “refresh” atau di terminal dengan mengetikkan
sudo apt-get update
Semoga bisa membantu
Tujuan dari studi penelitian ini untuk menjawab 2 pertanyaan: Apa alasan rasional seorang perawat mencari materi penyuluhan untuk pasiennya melalui fasilitas internet? Kesulitan dan keuntungan apa yang bisa dilihat mengenai penggunaan informasi berbasis web untuk edukasi kepada pasien dalam konteks praktek keperawatan klinik?
Dalam sebuah unit perawatan, edukasi terhadap pasien adalah hal yang signifikan yang rutin dilakukan oleh seorang perawat. Faktanya, dengan meningkatnya informasi pengobatan dan informasi terapi yang terbukti. Perawat klinis biasanya mencari informasi yang mendukung perawatan pasien. Beberapa pasien dan pemberi pelayanan perawatan masih ragu dengan informasi yang mereka miliki dan sangat butuh petunjuk karena mereka tidak memiliki akses terhadap sumber informasi yang cukup bagus. Informasi dan instruksi secara verbal misalnya, kurang efektif dibanding informasi yang tertulis. seringkali pasien dan keluarga cepat lupa dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Olehkarena itu, hal ini menjadi penting sebagai seorang perawat untuk mengembangkan skill dalam mencari informasi sehingga mereka dapat mengakses dan mencari sumber informasi yang bisa langsung mereka berikan kepada pasien dan pemberi pelayanan. Studi obeservasi ini membuktikan sebuah pemahaman mengenai kebiasaan perawat untuk “searching” di internet untuk memeberikan edukasi bagi pasien. Hasilnya menunjukkan proses bahwa perawat klinik mencari informasi dan materi edukasi dari web.
Saat ini akses internet sudah lebih mudah, lalu perawat sebagian besar juga mengakses internet di dalam kesehariannya lalu yang menjadi sebuah pertanyaan dalam artikel ini adalah:
Hasilnya, lebih dari 179 data individu di analisa. Rasional/Alasan di definisikan sebagai dasar atau sesuatu yang membuat sebuah informasi itu dibutuhkan. Setelah dianalisa, di temukan alasan utama mengapa perawat klinik menggunakan informasi dari internet untuk edukasi pasien karena atas permintaan pasien (9 permintaan), permintaan kolega (6 permintaan), koleksi pasien (4), permintaan keluarga pasien (3), pengajaran rutin (1), pengembangan personal (1), atau pengembangan staff (1). Dari data ini, 4 tema utama timbul: alasan professional, alasan pribadi, alasan teknologi, dan alasan organisasi untuk memilih bahan informasi.
Saya coba membahas sedikit. Alasan terbanyak yang diutarakan perawat yaitu alasan professi. Dalam penelitian ini alasan professional dikarenakan adanya permintaan langsung dari pasien selama proses “pre-discharege teaching” atau selama pertemuan di rumah sakit atau klinik. Dalam kasus ini pasien meminta informasi yang belum ada di dalam informasi intranet di sebuah rumah sakit, atau leaflet (printed information) yang tersedia di rumah sakit/klinik. Isi informasi yang diminta oleh pasien sudah disesuaikan dengan karaktersitik spesifik pasien pada umumnya.
Dan alasan professional ke dua adalah karena permintaan dari kolega, sebagai contoh, “Aku mendapat permintaan mengenai sindrom Marfan dan hubungan antara jantung dan marfan. Awalnya, pasien meminta informasi, tapi para perawat juga mengetahui apa itu Marfan. Mereka tau gigantisme, tapi mereka tidak banyak tahu mengenai itu.”
NB: Tulisan ini akan saya lanjutkan mengenai Barier dan Benefit penggunaan internet sebagai sumber informasi edukasi bagi pasien.
Selama menjadi seorang tenaga kesehatan kita mengelola berbagai data dan informasi serta mengaplikasikan pengetahuan. Sedangkan Informatika itu adalah alat untuk membantu proses, mengatur/memanage, dan menganalisa data dan informasi yang dikumpulkan untuk sebuah tujuan mendokumentasikan pelayanan dan juga meningkatkan pelayanan terhadap pasien. dan juga untuk mengdukung pengetahuan yang mampu menjadi tambahan landasan ilmiah dalam bidang ilmu kesehatan, menambah nilai ilmu pengetahuan dan arti sebuah aktivitas, dan meningkatkan image publik tentang sebuah keprofessian.
Data adalah kumpulan dari nomor, karakter atau fakta yang dikumpulkan berdasarkan pada beberapa kebutuhan yang diperlukan untuk analisa dan tindakan yang bisa dilakukan kemudian. Contoh data adalah tanda vital pasien. Contoh lain dari data adalah lamanya pasien dirawat di RS, ras pasien, status menikah, pekerjaan, dan keturunan. Kadang tipe data ini bisa diberi sebuah kode numeric atau alfabetik.
Satu bagian dari datum hanya memiliki makna yang kecil. Bagaimanapun juga, mengkoleksi data bisa di ambil sebuah pola dan struktur yang dapat di intepretasikan. Informasi adalah data yang sudah di intepretasikan. Contohnya, pembacaan suhu individual adalah data. Ketika di masukkan dan digambarkan perubahan suhu tersebut menjadi sebuah grafik, perubahan suhu klien setiap waktu dan dibandingkan dengan yang normal menjadi sebuah bukti batu, itulah yang dinamakan informasi.
Data dan Informasi terkumpul saat perawat merekam dalam beberapa aktivitas antara lain
Knowledge/Pengetahuan memiliki konsep yang lebih komplek. Pengetahuan adalah sebuah sintesa dari informasi yang di dapat dari beberapa sumber untuk memproduksi suatu konsep atau ide. Hal ini dilandasi oleh proses logis dengan menganalisa dan memberikan sebuah ide pemikiran serta mengurangi ketidakpastian. Seorang perawat contohnya, mendapatkan pengetahuan biasanya didapat melalui sebuah transfer tradisi, otoritas, teori yang di adaptasi, trial and error, pengalaman pribadi, role modeling, pendekatan logika, dan penelitian. Saat ini untuk kepentingan keamanan, efektivitas dana, pelayanan yang berkualitas haruslah didukung berdasarkan sebuah penelitian. “Computer dan teknologi informasi adalah alat yang mendukung dalam sebuah pengkoleksian data dan menghubungkan berbagai analisa dengan penelitian untuk mendukung secara keseluruhan kinerja perawat.” Teknologi Informasi adalah istilah yang biasa digunakan dalam manajemen dan proses informasi yang menggunakan komputer sebagai alat bantunya.
Sebuah contoh mengenai “pengetahuan” bisa dilihat dari penentuan mengenai intervensi keperawatan mana yang lebih efektif untuk mencegah kerusakan kulit. Jika sebuah penelitian menghasilkan data yang berhubungan dengan pencegahan kerusakan kulit melalui sebuah intervensi spesifik, maka data ini dapat dikoleksi dan dianalisa. Pola yang digambarkan oleh data yang menyediakan informasi mengenai perwatan yang lebih efektif daripada yang lain dalam mencegah kerusakan kulit. Validasi mengenai penelitian ini dengan studi pengulangan menyediakan pengetahuan bahwa perawat digunakan untuk mencegah kerusakan kulit terhadap pasiennya.
Wisdom/Kebijaksanaan berkaitan dengan saat pengetahuan digunakan dengan tepat untuk mengendalikan dan memecahkan masalah. Kebijaksanaan adalah hasil dari sebuah pemahaman dan membutuhkan upaya manusia. Perjalanan dari data menuju kebijaksanaan tidak berjalan secara otomatis dan mulus. Kebijaksanaan datan dari berbagai pengalaman kumulatif sebagai hasil dari pembelajaran dan sebuah jalan pemikiran yang dapat dilihat dari para pendahulu dan melalui sebuah kondisi tertentu yang membuat mereka menerapkan pengetahuan mereka secara efektif.
Selanjutnya tulisan akan membahas mengenai hubungan peran perawat dan juga pemanfaatan data. Apa yang bisa perawat lakukan dengan memnafaatkan data. Sering kali kita hanya mengumpulkan data namun bingung bagaimana memanfaatkan data yang ada.
Sumber
Hebda, T. and Czar, P. 2009. Handbook of Informatics for Nurses & Healthcare Professional. 4th ed. Pearson: New Jersey