Review Artikel: Kesulitan dan Keuntungan Perawat Klinik Menggunakan Sistem Informasi Berbasis Web dalam Memberikan Edukasi Kepada Pasien di Unit Klinik Keperawatan

Tujuan dari studi penelitian ini untuk menjawab 2 pertanyaan: Apa alasan rasional seorang perawat mencari materi penyuluhan untuk pasiennya melalui fasilitas internet? Kesulitan dan keuntungan apa yang bisa dilihat mengenai penggunaan informasi berbasis web untuk edukasi kepada pasien dalam konteks praktek keperawatan klinik?

Dalam sebuah unit perawatan, edukasi terhadap pasien adalah hal yang signifikan yang rutin dilakukan oleh seorang perawat. Faktanya, dengan meningkatnya informasi pengobatan dan informasi terapi yang terbukti. Perawat klinis biasanya mencari informasi yang mendukung perawatan pasien. Beberapa pasien dan pemberi pelayanan perawatan masih ragu dengan informasi yang mereka miliki dan sangat butuh petunjuk karena mereka tidak memiliki akses terhadap sumber informasi yang cukup bagus. Informasi dan instruksi secara verbal misalnya, kurang efektif dibanding informasi yang tertulis. seringkali pasien dan keluarga cepat lupa dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Olehkarena itu, hal ini menjadi penting sebagai seorang perawat untuk mengembangkan skill dalam mencari informasi sehingga mereka dapat mengakses dan mencari sumber informasi yang bisa langsung mereka berikan kepada pasien dan pemberi pelayanan. Studi obeservasi ini membuktikan sebuah pemahaman mengenai kebiasaan perawat untuk “searching” di internet untuk memeberikan edukasi bagi pasien. Hasilnya menunjukkan proses bahwa perawat klinik mencari informasi dan materi edukasi dari web.

Saat ini akses internet sudah lebih mudah, lalu perawat sebagian besar juga mengakses internet di dalam kesehariannya lalu yang menjadi sebuah pertanyaan dalam artikel ini adalah:

  1. Apa yang menjadi alasan perawat klinik untuk mendapatkan materi edukasi melalui internet
  2. Apa yang dirasakan menjadi sebuah keuntungan dan kendala dalam penggunaan internet sebagai sumber referensi edukasi bagi pasien di klinik.

Hasilnya, lebih dari 179 data individu di analisa. Rasional/Alasan di definisikan sebagai dasar atau sesuatu yang membuat sebuah informasi itu dibutuhkan. Setelah dianalisa, di temukan alasan utama mengapa perawat klinik menggunakan informasi dari internet untuk edukasi pasien karena atas permintaan pasien (9 permintaan), permintaan kolega (6 permintaan), koleksi pasien (4), permintaan keluarga pasien (3), pengajaran rutin (1), pengembangan personal (1), atau pengembangan staff (1). Dari data ini, 4 tema utama timbul: alasan professional, alasan pribadi, alasan teknologi, dan alasan organisasi untuk memilih bahan informasi.

Saya coba membahas sedikit. Alasan terbanyak yang diutarakan perawat yaitu alasan professi. Dalam penelitian ini alasan professional dikarenakan adanya permintaan langsung dari pasien selama proses “pre-discharege teaching” atau selama pertemuan di rumah sakit atau klinik. Dalam kasus ini pasien meminta informasi yang belum ada di dalam informasi intranet di sebuah rumah sakit, atau leaflet (printed information) yang tersedia di rumah sakit/klinik.  Isi informasi yang diminta oleh pasien sudah disesuaikan dengan karaktersitik spesifik pasien pada umumnya.

Dan alasan professional ke dua adalah karena permintaan dari kolega, sebagai contoh, “Aku mendapat permintaan mengenai sindrom Marfan dan hubungan antara jantung dan marfan. Awalnya, pasien meminta informasi, tapi para perawat juga mengetahui apa itu Marfan. Mereka tau gigantisme, tapi mereka tidak banyak tahu mengenai itu.”

NB: Tulisan ini akan saya lanjutkan mengenai Barier dan Benefit penggunaan internet sebagai sumber informasi edukasi bagi pasien.